Adalah sebuah dosa besar ketika seorang desainer tidak memahami teori semiotika, meski teori ini lahir dari rumpun ilmu bahasa yaitu linguistik akan tetapi kontribusinya terhadap kajian-kajian mengenai bahasa dan komunikasi merambah dunia seni khususnya seni rupa yang memayungi dua cabang utama yaitu seni rupa murni dan desain. Khusus pada bidang desain yaitu desain komunikasi visual, teori semiotika berperan sangat penting baik di dalam lokus penciptaan maupun pengkajian. Semiotika yang diadopsi di dalam rumpun ilmu seni rupa dinyatakan sebagai semiotika visual, bagian utamanya tentang pemaknaan suatu tanda dalam bentuk gambar. Sejak masa prasejarah hingga masa kini bahasa gambar kita percayai sebagai bentuk komunikasi dengan menempatkan gambar sebagai sebuah tanda, memiliki makna pun memuat pesan sehingga bagaimanapun juga desainer khususnya desanier yang lahir dari rahim desain komunikasi visual mutlak harus memahami setidaknya kerangka dasar maupun sistem semiotika visual.
Mempelajari komunikasi semiotika visual sama dengan masuk ke dalam belantara tanda-makna-pesan. Bagaimana tidak, kehidupan kita hari-hari ini berjalan beriringan dengan berbagai tanda yang telah eksis maupun tanda-tanda visual yang akan lahir dikemudian hari, tujuannya pun berbagai macam, sebagai bentuk komunikasi adanya larangan, peringatan, promosi, dan lain sebagainya. Sehingga memahami tanda adalah kultus mutlak, sebab tujuan kehadiran tanda dengan berbagai metode penciptaannya peruntukan utamanya untuk memudahkan kehidupan manusia bahkan untuk mensistematiskan kehidupan. Dalam hal ini bukan dalam rangka penyeragaman, sebab bagaimanapun juga manusia hidup berdasar pada kultur komunitas mereka.
Anggota IKAPI No. 034/BAI/2022
Jl. Raya Puri Gading Cluster Palm Blok B-8 Kuta Selatan Jimbaran, Badung, Bali