Editor lahir di Singaraja, Buleleng, Bali pada 14 Agustus 1987. Merupakan putra pertama dari pasangan suami-istri Drs. I Made Nuada, M.Pd., dan Ni Ketut Suryaning. Menamatkan pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK Mutiara Singaraja pada tahun 1993, lalu melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar di SD Negeri 2 Banyuasri, Singaraja sampai kelas IV karena mengikuti orang tuanya pindah tugas, dan melanjutkan sekolahnya di SD Negeri 2 Pekutatan, Jembrana hingga tamat tahun 1999. Lalu melanjutkan ke jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SLTP Negeri 1 Pekutatan, Jembrana dan tamat tahun 2002. Melanjutkan kembali ke jenjang Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Pekutatan, Jembrana hingga kelas II SMA karena orang tuanya pindah tugas kembali, sehingga melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 1 Mendoyo, Jembrana hingga tamat tahun 2005. Pada tahun 2005 pula langsung melanjutkan studi S1 Jurusan Pendidikan Agama Hindu di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar dan tamat tahun 2010. Tahun yang sama langsung melanjutkan kembali studi S2 pada Jurusan Pendidikan Agama Hindu di IHDN Denpasar dan tamat tahun 2012. Selanjutnya pada tahun 2014 melanjutkan studi dengan menempuh Program Studi Doktor (S3) Ilmu Agama di IHDN Denpasar dan tamat di awal tahun 2018. Hingga saat ini ia aktif sebagai dosen tetap di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional) Denpasar, serta pernah mengajar sebagai dosen luar biasa dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi lainnya, seperti IHDN Denpasar, IKIP PGRI Bali, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Internasional Bali, STIE BIITM Denpasar, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, dan The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Ia mengajar mata kuliah Agama Hindu, Metodologi Penelitian, dan beberapa mata kuliah yang bertemakan kebudayaan serta pendidikan. Selain sebagai dosen pengajar, ia juga aktif berkecimpung dalam berbagai organisasi. Tahun 2017 ia tercatat sebagai anggota Asosiasi Dosen Indonesia, Assessor Tri Hita Karana Awards pada tahun 2020, Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Dosen Hindu Indonesia (DHI) pada tahun 2021, serta tergabung pula dalam Public Relations Association of Indonesia (PERHUMAS) BPC Denpasar Bali dengan jabatan Wakil Ketua I sejak tahun 2020 hingga 2023. Ia juga merupakan penulis yang aktif mengeksplorasi berbagai kearifan lokal Bali dan telah menghasilkan beberapa buku diantaranya; Barong Brutuk Penjaga Jiwa Dari Tanah Bali Kuno (2019), Mongah: Belajar Nilai Hidup Dari Manusia Pakis (2020), Gula Pedawa Sari Bumi Bali Aga (2021), Ngedeblag: Sebuah Tradisi Penolak Wabah (2023), dan beberapa buku lainnya.
Buku ini ditulis oleh kami pasangan suami-istri Putu Sabda Jayendra dan Gusti Ayu Indrawati Rahayu sebagai hasil kolaborasi riset yang kemudian kami beri judul “Tradisi Majejahitan: Sebuah Konstruksi Pembelajaran Berbasis Etnopedagogi Pada Tingkat Sekolah Dasar”. Awal mula terciptanya buku ini tidak lepas dari perjalanan karier dan studi kami berdua. Putu Sabda Jayendra sebagai Dosen Agama Hindu di Institut Pariwisata dan Bisnis Internsional (IPBI) Denpasar yang telah beberapa kali melakukan riset tentang berbagai kearifan lokal Bali sesungguhnya telah lama memiliki ide untuk mengeksplorasi terkait implementasi tradisi majejahitan pada pembelajaran formal. Ide tersebut kemudian diberikan kepada sang istri yang merupakan seorang Guru Agama Hindu di SD Laboratorium Undiksha Singaraja yang saat itu juga tengah melanjutkan studi S2 (Magister) di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Ide tersebut kemudian dijadikan riset untuk tugas akhirnya yang berupa Tesis dengan judul “Tradisi Majejahitan Sebagai Implementasi Pembelajaran Berbasis Etnopedagogi Bagi Siswa di SD Laboratorium Undiksha Singaraja”. Setelah menuntaskan studinya pada Mei 2023, tercetus keinginan untuk mempublikasikan Tesis tersebut dalam sebuah buku, dimana sang suami kemudian memodifikasi penelitian ini dengan tujuan agar isi dan bahasanya menjadi lebih universal sekaligus menambahkan sentuhan pada aspek materi majejahitan dalam konteks kehidupan sosio-kultural masyarakat Bali. Beberapa rekan Guru Agama Hindu di Sekolah Dasar lainnya juga turut diwawancara untuk mendapatkan data pembanding dari hasil riset yang telah dilakukan di SD Laboratorium Undiksha Singaraja sebagai lokus utama, sehingga pokok bahasan dalam buku ini menjadi lebih universal.
| ISBN | : | 978-623-88763-5-8 |
| Terbit | : | 10 November 2023 |